SELAMAT DATANG....................... Alvi_Yasin_Martindo Blogspot
MY 1 ST FACEBOOK... ADD MEE. Alvi Yasin MartindoBuat Lencana Anda
MY 2 ND FACEBOOK... ADD MEE TOO.. Alvi Yasin M;Buat Lencana Anda
بِسْــــــــــــــــــــــمِ اﷲِارَّحْمَنِ ارَّحِي Site Meter

Senin, 12 November 2012

TANAH PODZOL

TANAH PODSOL  Nama lain : Troporthod (USDA)  Sebaran : Sumatera Utara, Irian Jaya, Sumatra, Jabar, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua  Iklim : Cfa (Köppen); A, B (Schmidt/Ferguson) r : >1500 mm/tahun, tanpa bulan kering.  Topografi : Datar di dataran tinggi >2000 m dpl.  Bahan Induk : Tuf vulkan masam, batuan sedimen pasir.  Proses Pembentukan: Podsolisasi. Proses pembentukan tanah yang utama adalah podsolisasi. Podsolisasi adalah kumpulan dari beberapa proses yang menghasilkan lapisan atas tanah atau lapisan bawah, karena pengaruh ion H+ dan senyawa-senyawa orgaik proses ini melalui urutan sebagai berikut : 1. Akumulasi bahan organik Akumulasi bahan organik terdapat dihorizon O, dan terdiri dari bahan organik jenis mor yaitu bahan organk yang masam (seresah dan humus). Akumulasi bahan organik juga terdapat dalam horizon Bhir atau Bh karena pencucian dari lapisan atas. 2. Pencucian dan pemasaman Pencucian karbonat-karbonat dan penggantian ion-ion dapat dipertukarkan Ca++, Mg++, K+ dan Na+ dengan H+ dan Al+++ pada horizon A merupakan prasyarat untuk pemindahan bahan organik, Fad an Al (dan sedikit P, dan Mn) ke horizon bawahnya. 3. Pelapukan Mineral Sumber Fe dan Al yang utama adalah dari pelapukan mineral ferromagnesium, feldspar, illite dan klorite, di horizon A, karena pengaruh bahan organik masam, tersebut pH turun menjadi kurang 5,0. keadaan yang masam ini mnyebabkan mineral tersebut menjadi lebih mudah lapuk. Bila besi tidak terdapat dalam jumlah yang cukup, horizon spodik umumnya terdiri dari kuarsa, dengan selaput humus seperti pada sub order Humod. 4. Pemindahan bahan organik, Fe, Al (dan sedikit P, Mn, dan liat) dari horizon A ke horizon B  Vegetasi : Rumput masam, hutan daerah sedang.  Corak: Solum dangkal (< 1 m). Warna kelabu hingga kuning, chroma meningkat. Horison nyata (A1, A2, podsol B). Susunan horizon terdiri dari horizon albic(A2) dan spodic (B2H) yang jelas Horizon albik Horizon albik (dari bahasa latin albus, berarti putih) adalah horizon permukaan yang berwarna cerah dari lempung dan oksida bebas yang telah dipindahkan atau dalam oksida yang telah dipisahkan pada tingkat horizon warna yang dicirikan oleh warna partikel pasir dan debu lapisan lebih baik oleh lapisan pada partikel tersebut. Secara umum horizon ini mencirikan struktur tanah yang lemah atau perkembangan structural yang mudah pecah secara bersama-sama. Batas atas dan batas bawah normalnya jelas atau kasar. Morfologi dari batasan horizon ini bervariasi dan kadang-kadang diasosiasikan dengan albeluvic tonguing. Bagaimanapun juga horizon ini dinilai sebagai horizon yang mendasari horizon spodik, yang dapat berbeda mungkin hanya sebagai horizon yang tipis. Banyak horizon albik berasosiasi dengan kondisi jenuh dan terpengaruh oleh kondisi reduksi. Horizon spodik Horizon spodik (dari bahasa Yunani spodos yang berarti abu kayu) adalah horizon permukaan yang terdiri dari illuvial amorf yang kandungannya disusun oleh bahan organik dan Al atau dari illuvial Fe. Bahan illuvial ini dikarakteristikan oleh pH tinggi bergantung pada isi, area permukaan yang relative luas dan retensi air yang tinggi. Horizon spodik secara normal mendasari horizon albik dan memiliki warna hitam kecoklatan hingga coklat kemerahan. Horizon spodik juga dapat dikharakteristikan dari adanya keberadaan lempeng besi yang tipis, ketika perkembangannya lambat oleh keberadaan butiran organik atau oleh akumulasi Fe dalam bentuk lembaran. Hubungan antara Horizon Spodik dan Horizon Albik Horizon Spodik biasanya berasosiasi dengan horizon albik dimana keduanya mendasari oleh beberapa horizon lain yang mungkin adalah horizon anthrik, hortik, plaggik, terrik, atau horizon umbrik pada permukaannya. Horizon spodik mungkin juga menunjukkan sifat andik yang memperlihatkan komplek alumino organik. Horizon spodik paling sedikitnya memiliki presentase Al oksida + ½ Fe oksida sebagai lapisan dasar dari sebuah horizon albik, anthrik, hortik, plaggik, terrik, atau horizon umbrik. Kriteria ini tidak nampak secara normal pada lapisan non spodik dengan ciri andik dimana terdapat komplek alumino organik yang sukar berpindah. Tekstur pasir, liat maksima Struktur lepas di A2, pejal di B. Konsistensi lepas di A2, teguh di B. Akumulasi dari humus, besi dan aluminium.  Sifat: Kemasaman sangat masam. Bahan organik sedang hingga tinggi (masam). Kejenuhan basa rendah. Unsur hara rendah sekali. Permeabilitas A2 besar, B2 padat. Kepekaan erosi A1 dan A2 besar. Jika permeabilitas tinggi: air bergerak cepat  Asosiasi : Organosol, Podsolik Coklat  Pemakaian : Ladang, Garung Tanah ini terbentuk akibat pengaruh curah hujan yang tinggi dan suhu yang rendah Tanah jenis ini sifatnya mudah basah jika kena air. Warnanya kuning dan kuning kelabu. Tanah podzol bercirikan miskin unsur hara, tidak subur, dan berwarna merah sampai kuning. Jenis tanah ini berasal dari batuan induk pasir. Penyebaran di daerah beriklim basah Tanah ini baik untuk tanaman kelapa dan jambu mete. Tanah podzol banyak dijumpai di daerah pegunungan tinggi Sumatra, Jabar, Sulawesi, Maluku, Kalimantan, dan Papua. Terbentuk akibat pelapukan batuan tufa vulkanik dan pasir kuarsa. Bersifat peka terhadap erosi dan memiliki produktivitas rendah.Ditemukan di wilayah 0-2000 mdpl. Di di Indonesia tanah ini kurang lebih lima juta hektar, biasanya digunakan untuk perladangan dan perkebunan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Kasih Komentar Ya (Give Comment)